Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Darah Pada Manusia

Oke kali ini kita akan membahas darah yang ada pada manusia. Di sini kita akan membahas apa itu darah, fungsi darah, sifat-sifat umum darah, komponen darah dan golongan darah.

Definisi Darah

Oke, sekarang kita akan membahas Apa itu Darah?

Darah adalah cairan yang terdapat pada mahluk hidup tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengedarkan nutrisi ke seluruh tubuh, mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan juga sebagai pertahanan tubuh

Fungsi Darah

  • Mengangkut makanan atau nutrisi ke seluruh tubuh
  • Mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh
  • Menjaga suhu tubuh
  • Sebagai Pertahanan Tubuh

Hmmm, kenapa bisa menjaga suhu tubuh? Untuk membuktikannya simpel saja.

Coba kalian ambil karet atau tali. Kemudian ikatkan ke dekat ujung jari kalian. Kemudian tunggu kira-kira 2-3 menit.

Bagaimana? Terasa lebih dingin dari suhu tubuh yang lainnya bukan?

Mengapa bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena pada bagian jari yang diikatkan dengan tali atau karet, aliran darah tidak berjalan. Hal itulah yang membuat bagian jari yang diikat tadi terasa lebih dingin.

Bagaimana darah bisa menjaga suhu tubuh?
Hal ini disebabkan karena pada bagian tubuh yang melakukan metabolisme menghasilkan panas. Nah, darah yang menyerap panas dari bagian tubuh selalu mengalir sehingga dapat meratakan suhu di seluruh tubuh. Jadi panas dapat didistribusikan secara merata.
Bagaimana adaptasi pembuluh darah terhadap suhu?

Jadi pembuluh darah akan mengerut jika suhu tubuh dingin (kekurangan panas). Hal ini ditujukan agar panas yang ada pada darah tidak mudah berpindah. Sebaliknya, jika suhu tubuh sedang panas (kelebihan panas), maka pembuluh darah akan melebar sehingga panas dapat dengan cepat berpindah.

Jika pembuluh darah melakukan penyempitan, dampak negatif yang terjadi adalah aliran darah dapat menjadi tidak lancar. Sehingga hasil metabolisme asam laktat masuk ke dalam otot-otot sehingga menyebabkan otot terasa pegal-pegal

Jika kalian memperhatikan bagian jari yang diikat tadi, warnanya juga berubah. Warnanya berubah menjadi warna kebiruan.

Mengapa terjadi perubahan warna pada bagian tubuh yang tidak dialiri darah?

Hal itu dapat terjadi karena pada bagian jari tersebut, metabolisme jaringan yang membutuhkan O2(Oksigen) tetap berjalan, yang membuat kandungan O2 (Oksigen) dalam darah dan kadar CO2(Karbon dioksida) terus meningkat dalam darah.

Hal itulah yang membuat warna darah dapat menjadi kebiruan. Sesuai dengan sifat darah, warnanya akan berubah menjadi merah jika ia mengikat O2 (oksigen) dan menjadi kebiruan ketika ia mengikat CO2

Apakah masih ada sifat-sifat Darah yang lainnya? Mari kita lihat

Sifat-Sifat Umum Darah

Sifat-sifat darah secara umum adalah sebagai berikut :

  • Lebih berat dari air
  • Berwarna merah ketika lebih banyak mengikat Oksigen
  • Berwarna kebiruan ketika lebih banyak mengikat Karbon dioksida
  • Terdiri dari Plasma darah dan Sel darah

Terdiri dari plasma darah dan sel darah?

Apa bedanya sel darah dengan plasma darah?

Mari kita bahas komponen penyusun Darah dalam halaman Komponen Darah

Komponen Darah

Jadi, komponen darah itu ada 2, yaitu sel darah dan plasma darah.

1. Plasma Darah

Plasma darah adalah komponen darah yang berbentuk cairan berwarna kuning yang menjadi tempat atau medium sel darah.

Ciri-Ciri Plasma Darah

  • Mempunyai jumlah volume 55% dari total volume darah
  • Terdiri dari 90% air dan 10% larutan kompleks (seperti : larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon, dll)

2.Sel Darah

Apa itu sel darah?

Sel darah adalah semua sel yang ada di dalam darah. Bisa dikatakan kalau sel darah itu adalah komponen hidup yang ada di darah.

Mengapa? Karena ia berupa sel.

Sel di dalam darah itu ada 3, yaitu Eritrosit(Sel Darah Merah), Leukosit(Sel Darah Putih), dan Trombosit(Keping darah)

Definisi, Sifat Umum, Sifat Khusus, Fungsi, Komponen, dan Golongan Darah Manusia

Jadi, apa fungsi dari Eritrosit, Leukosit, dan Trombosit? Oke, mari kita membahas fungsi dari sel darah

Fungsi Sel Darah

  • Sel Darah Merah (Eritrosit) berfungsi dalam proses pengedaran gas O2 dan pengikatan CO2
  • Sel Darah Putih (Leukosit) berfungsi dalam pertahanan tubuh
  • Trombosit (Keping Darah) berfungsi dalam proses pembekuan darah

Ciri-ciri Sel Darah

Sel Darah Merah (Eritrosit)

  • Tidak memilki inti sel
  • Mengandung hemoglobin (hb) yang membuat warna darah kita merah.

Sel Darah Putih (Leukosit)

  • Memiliki kemampuan diapedesis. Yaitu kemampuan untuk menembus dinding pembuluh darah
  • Memiliki inti sel. Namun sel darah putih tidak bisa membelah diri dengan cara mereka. Tapi sel darah putih ini sebenarnya adalah hasil produk dari sel punca yang ada di dalam susmsum tulang.
  • Tidak berwarna (bukan putih ya guys :v)
  • Bergerak secara amoeboid. Jadi amoeboid itu adalah bergerak seperti amoeba.
Keping Darah (Trombosit)
  • Tidak memiliki inti
  • Sangat mudah pecah (jelas, untuk membantu proses pembekuan darah)
  • Mengandung trombokinase (Kalau trombosit pecah, trombokinase akan keluar untuk membantu proses pembekuan darah)

Perbedaan Sel Darah dan Plasma Darah

Dari definisinya kita sudah dapat melihat perbedannya. Yang dimana kalau plasma darah itu adalah cairan berwarna kuning yang menjadi tempat atau medium sel darah. Sedangkan sel darah itu adalah semua sel yang ada di dalam darah.

Enaknya sih dibilang kalau Plasma darah itu Komponen mati darah sedangkan kalau Sel Darah itu Komponen hidup darah.

Golongan Darah

Mungkin kita pernah mendengar pertanyaan "kamu golongan darah apa?". Tapi kenapa darah kita bergolong-golongan? Ribet amat ya? Bukannya darah itu darah?

Jadi gini, sebenarnya ada lagi penyusun darah kita. Di permukaan sel darah merah (eritrosit) itu ada yang namanya Aglutinogen (antigen). Dan ada juga protein di dalam plasma darah yang namanya Aglutinin. Mungkin kalian pernah mendengar yang namanya penggumpalan darah.

Siapa sebenarnya yang menggumpalkan dan tergumpalkan?

Ok, jadi yang menggumpalkan itu adalah Aglutinin dan yang digumpalkan itu adalah Aglutinogen. Oh iya, penggumpalan darah itu disebut (aglutinasi) dimana kejadiannya aglutinin menggumpalkan aglutinogen darah.

Dari hal inilah darah manusia itu dibedakan. Sehingga dibuatlah sistem penggolongan darah.

Namun ada 2 sistem penggolongan darah saat ini, yaitu :

Sistem ABO

Jadi sistem penggolongan darah ini sudah umum kita dengar. Ada orang yang bergolongan darah A, B, AB, dan O. Ada cara cepat untuk mengingatnya :

Kenapa seseorang disebut bergolongan darah A?

Simpel saja, karena dia hanya memiliki aglutinogen A

Kenapa seseorang disebut bergolongan darah B?

Karena dia hanya memiliki aglutinogen B

Kenapa seseorang disebut bergolongan darah AB?

Karena dia memiliki aglutinogen A dan aglutinogen B

Kenapa seseorang disebut bergolongan darah O?

Karena di tidak mempunyai aglutinogen.

Simpel kan? Jadi untuk menentukan golongan darah sistem ABO dapat melihat aglutinogennya. Golongan darah sama dengan jenis aglutinogennya. (Tapi untuk golongan darah O bukan berarti dia tidak bergolongan ya, hehehe)

Jadi bagaimana menentukan golongan darah dari aglutinin?

Kalau tadi jenis aglutinogen sama dengan golongan darahnya, maka jenis aglutinin harus berbeda dengan aglutinogen. Biasanya, aglutinin itu disebut anti.

Untuk lebih gampang mengingatnya, ingat aja kalau seseorang yang memiliki aglutinogen A, tidak mungkin memiliki anti-A.

Maksudnya gimana???

Jadi gini, pertama-tama kita bahas dulu kenapa bisa dibilang anti. Hal ini dikarenakan jika aglutinin A(α) bertemu dengan aglutinogen(antigen) A, maka aglutinin ini akan menggumpalkan si aglutinogen A.

Jadi dapat kita simpulkan kalau Aglutinin itu tidak sama dengan aglutinogen dan juga tidak sama dengan golongan darah.

Simpel kan???

Sistem Rhesus

Siapa sebenarnya penemu sistem rhesus ini?

Jadi yang menemukan sistem rhesus ini adalah Landsteiner dan Weiner

Dalam sistem rhesus ini hanya ada 2 golongan yaitu golongan darah yang plus (+) dan golongan darah yang negatif (-). Dalam sistem rhesus yang menjadi acuan kita untuk meliha dia bergolongan darah positif(+) atau negatif(-) adalah ada atau tidaknya antigen Rh dalam dirinya.

Mungkin sekarang kamu bertanya. Apa itu antigen?

Jadi antigen itu adalah zat yang merangsang sistem respon antibodi.

Jika Antighen Rh ada di dalam tubuh seseorang, maka ia akan bergolongan darah plus(+). Sedangkan jika Antigen Rh tidak ada di dalam tubuh seseorang, maka ia bergolongan darah negatif(-).

Jika darah diberikan anti rhesus, maka darah yang terdapat Rh akan mengalami lisis. Sedangkan darah yang tidak memiliki antigen Rh tidak mengalami lisis.

Nah jika kamu melakukan tes darah dengan sistem rhesus, maka darah yang mengalami lisis (pecah) sehingga terlihat seperti butiran itu adalah darah yang memiliki antigen rhesus dan mempunyai golongan darah plus(+), sebaliknya darah yang tidak mengalami lisis(pecah) atau terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, maka darah itu tidak memiliki antigen Rh sehingga orang tersebut bergolongan darah negatif(-).

Kesimpulan Mengenai golongan darah

Jadi jangan beranggapan bahwa darah manusia itu hanya ada 6 ([A] [B] [AB] [O] [+] dan [-]). Jangan, pokoknya jangan. Karena itu salah besar.

Jadi yang benarnya?

Jadi darah manusia itu ada 8 yaitu : [A+] [B+] [AB+] [O+] [A-] [B-] [AB-] dan [O-]

Perbedaan golongan darah ini membuat darah manusia tidak bisa sembarangan didonorkan pada manusia yang lain. Harus melihat golongan darahnya dulu.

Kita tahu kalau golongan darah yang sejenis sudah pasti bisa saling mendonorkan darahnya. Tetapi bagaimana dengan golongan darah yang berbeda jenis? Apakah bisa?

Jawabnya bisa, tetapi dengan aturan berikut :

Ket : '<' dapat menerima darah dari

A+ < A+, O+, A-, O-

B+ < B+, O+, B-, O-

AB+ < AB+, AB- , A+, O+, A-, O- , B+, B-

O+ < O+ , O-

A- < A-, O-

B- < B-, O-

AB- < AB- , A-, O- , B-

O- < O-

Dari data di atas dapat kita simpulkan :

  • Rhesus negatif (Rh-) hanya bisa mendapatkan darah dari Rhesus negatif (Rh-) sedangkan rhesus positif (Rh+) dapat menerima darah dari rhesus positif dan rhesus negatif
  • Pendonor yang universal adalah O- karena dapat mendonorkan darahnya kepada semua jenis golongan darah
  • Dan Resipien universal adalah AB+ karena dapat menerima darah dari semua jenis golongan darah

Sekedar info nih

Kalau ayah rhesus positif(+) dan ibu rhesus negatif(-) maka si anak kemungkinan besar akan rhesus positif(+). Mengapa?

Hal ini terjadi karena rhesus positif(Rh+) dominan terhadap rhesus negatif(Rh-). Pada saat kelahiran pertama, si anak masih hidup sampai lahir. Tetapi anak kedua dan seterusnya akan keguguran karena antigen rhesus pada si anak merangsang antibodi si ibu sehingga antibodi yang ada dalam darah ibu menyerang si anak yang menyebabkan si anak meninggal dalam kandungan.

Lah? Kenapa si anak pertama tidak meninggal?

Karena pada saat mengandung anak pertama, antibodi si ibu belum mengenal antigen rhesus sehingga antibodi si si ibu hanya akan merekam rhesus tersebut.

Namun pada anak kedua antibodi si ibu sudah merekam antigen rhesus pada si anak dan menganggapnya sebagai musuh sehingga antibodi si ibu menyerang darah si anak.

Cukup sekian artikel tentang darah manusia ini, semoga bisa menjadi referensi kalian untuk belajar. Terima kasih

Post a Comment for "Darah Pada Manusia"

Berlangganan via Email