Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Sistem Periodik unsur modern yang kita gunakan saat ini tidak langsung ada begitu saja. Tapi ada Perkembangan sistem periodik unsur beberapa kali hingga sampai saat ini. Mari kita bahas Perkembangan Sistem Periodik Unsur beserta kelebihan dan kekurangannya.


Ahli Kimia Arab

Ahli Kimia Arab menggolongkan unsur menjadi 2 berdasarkan sifat fisiknya. Yaitu golongan Logam dan Non logam. Perbedaan dari logam dan nonlogam adalah sebagai berikut :


Perbedaan Logam dan Non Logam

Logam

  • Mengkilap
  • Pada suhu kamar, berupa padatan kecuali raksa
  • Mudah untuk ditempa
  • Bersifat Konduktor

Non Logam

  • Tidak mengkilat
  • Pada suhu kamar berupa padatan, cairan, atau gas
  • Rapuh
  • Bersifat Isolator

Kekurangan

Kelemahan dari penggolongan ini adalah tidak spesifik. Karena Logam masih terdapat jenisnya dan Non Logam juga masih terdapat jenisnya


Antoine Lavoisier

Menurut Lavoisier, unsur-unsur terbagi menjadi

  • gas
  • non logam
  • logam
  • tanah.

Kekurangan Penggolongan Lavoisier

Namun Antoine Lavoisier melakukan kekeliruan karena ada senyawa yang dianggap sebagai unsur.


Johan Wolfgang Dobereiner

Dobereiner kemudian mencoba mengelompokkan unsur berdasarkan kemiripan dari sifat-sifat unsur. Ia membuat 1 kelompok terdiri dari 3 unsur yang disebut dengan triad atau triade.

Yang dimana, massa unsur yang di tengah mendekati rata-rata dari 2 unsur lainnya.

Contoh triad yang pernah dikemukakan oleh Dobereiner adalah litium, natrium, dan kalium.

  • Massa litium (Li) = 7
  • Massa Natrium (Na) = 23
  • Massa Kalium (Ka) = 39

Dari massa ketiga unsur tersebut, kita mendapat bahwa massa Natrium adalah rata-rata dari massa Litium dan Kalium. Karena inilah Dobereiner membuatnya ke dalam 1 triad.

Contoh Triad yang pernah dikemukakan oleh Dobereiner adalah

  • litium, natrium, dan kalium
  • kalsium, stronsium, dan barium
  • belerang, selenium, dan telurium
  • klorin, bromin, dan iodin

Dan berikut adalah tabel Triade Dobereiner

Litium (Li) Kalsium (Ca) Klorin (Cl) Belerang (S) Mangan (Mn)
Natrium (Na) Stronsium (Sr) Bromin (Br) Selenium (Se) Kromium (Cr)
Kalium (K) Barium (Ba) Iodin (I) Telurium (Te) Besi (Fe)

Kelebihan

Sudah menggolongkan unsur berdasarkan kemiripan dari unsur-unsur tersebut.


Kelemahan

Adanya unsur yang memiliki sifat sama yang jumlahnya lebih dari tiga sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam triade


John Alexander Reina Newlands

Sistem Periodik Newland dikenal dengan hukum oktaf newlands. Atau dengan kata lain hukum oktaf dikemukakan oleh Newlands. Dia mengurutkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya.

Dia mendapati bahwa unsur yang berjarak 1 oktaf memiliki kemiripan sifat. Berarti unsur ke-1 mirip dengan unsur ke-8, unsur ke-2 mirip dengan unsur ke-9, begitu seterusnya. Hal inilah yang membuat pengelompokan ini disebut Hukum Oktaf Newland.

Dia menempatkan urutan unsur-unsur tersebut ke dalam tabel dengan 7 kolom. Dengan demikian, suatu unsur akan memiliki kemiripan sifat dengan unsur yang tepat di bawahnya.

Tabel Periodik Newlands

Kelebihan

Dapat menggolongkan lebih banyak unsur dibanding Debroiner.


Kekurangan

Hanya berlaku pada unsur-unsur ringan yang nomor massanya dibawah 40.


Lothar Meyer

Meyer mengamati kurva  kenaikan massa atom dan volume atom. Dia mencoba mengamati unsur-unsur yang memiliki kemiripan, yaitu Li, Na, K, Rb, dan Cs. Dia melihat adanya keteraturan dalam grafik tersebut.

Grafik Lothar Meyer

Dan dia mencoba menghitung jumlah unsur yang berada di antara Li, Na, K, Rb, dan Cs. Antara Li dan Na, dia mendapati 8 unsur. Antara Na dan K dia juga mendapati 8 unsur. Namun antara K dan Rb dia mendapati lebih dari 8 unsur.

Hal ini menunjukkan bahwa suatu unsur tidak selalu mirip dengan unsur lain yang berjarak 1 oktaf seperti yang dikatakan oleh Hukum Oktaf Newlands.

Sistem periodik Meyer disusun berdasarkan kenaikan massa atom. Ia menuliskannya secara vertikal. Setiap kali dia mendapati unsur yang mirip, dia menuliskannya di kolom selanjutnya.

Dengan demikian kita mendapati bahwa unsur-unsur yang berada di baris yang sama adalah unsur-unsur yang mirip.

Grafik Lothar Meyer

Dmitri Ivanovich Mendeleev

Pada saat yang sama, Mendeleev juga melakukan penelitian untuk menggolongkan unsur-unsur. Sama seperti Meyer, sistem periodik mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. Bedanya, Mendeleev menuliskan urutannya secara Horizontal.

Hampir sama seperti Meyer, setiap kali dia mendapati unsur yang mirip, dia menuliskannya di baris selanjutnya. Hal ini membuat unsur-unsur yang berada di satu kolom memiliki kemiripan.

Dalam tabel periodik mendeleev, Kolom disebut dengan golongan dan Baris dinamai dengan periode.

Yang menarik dari sistem periodik Mendeleev adalah dia mengosongkan beberapa tempat untuk unsur yang belum ditemukan pada saat itu. Dia mengatakan bahwa akan ada unsur yang ditemukan dan cocok ditempatkan di tempat yang sudah dikosongkan.

Ternyata ramalannya benar. Setelah unsur-unsur baru ditemukan, penempatannya sesuai dengan tempat yang dikosongkan oleh Mendeleev.

Untuk lebih jelasnya, kamu dapat melihat tabel periodik Mendeleev berikut

Tabel Periodik Mendeleev

Kelebihan Sistem Periodik Mendeleev

Dapat meramalkan unsur-unsur yang belum ditemukan. Setelah unsur baru tersebut ditemukan, dapat ditempatkan di tempat yang sudah disediakan oleh Mendeleev


Kekurangan Sistem Periodik Mendeleev

Walaupun cukup memuaskan dalam mengelompokkan unsur-unsur, Tabel periodik Mendeleev masih ada kekurangan yaitu adanya unsur yang ditempatkan tidak berdasarkan kenaikan massa atom.

Contohnya Iodin(I) dan Tellurium(Te). Jika dilihat dari kenaikan massa atom, seharusnya Iodin berada di kiri dari Tellurium. Namun dalam tabel periodik mendeleev Te justru berada di kiri Iodin.


Henry Moesley

Berbeda dari Sistem Periodik sebelumnya yang berlandaskan kenaikan massa atom, Henry Moseley membuat Sistem Periodik yang berlandaskan kepada kenaikan nomor atom.

Hal ini karena kemiripan antara unsur-unsur dengan melihat kenaikan massa atomnya kurang jelas. Sehingga perlu ada acuan yang jelas yang menunjukkan kemiripan dari unsur-unsur tersebut.

Nah, dalam sistem periodik modern ini, suatu unsur dikatakan mirip atau tidak dapat dilihat melalui elektron valensi (elektron di kulit terluarnya).

Jika ada sejumlah unsur dengan jumlah kulit yang sama akan membuat unsur tersebut berada di periode yang sama. Sedangkan untuk menentukan golongan, ditentukan dari subkulit elektron terluar.

Tabel Periodik Mosely ini sering disebut sebagai Tabel Periodik Panjang atau Modern. Tabel periodik inilah yang dipakai sampai saat ini

Tabel Periodik Unsur
Cukup sekian Pembahasan Materi Perkembangan Sistem Periodik Unsur Kimia kali ini. Jika ada informasi yang kurang tepat atau ada yang kurang jelas silahkan tulis di kolom komentar.

Terima kasih

Post a Comment for "Perkembangan Sistem Periodik Unsur"

Berlangganan via Email