Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Hukum Dasar Kimia Lengkap dengan Contoh

Pengertian Hukum dasar kimia adalah pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan fenomena alam dan sudah teruji kebenarannya.

Hukum hukum dasar kimia ada 5, yaitu :

  • Hukum Kekekalan Massa
  • Hukum Perbandingan Tetap
  • Hukum Kelipatan Berganda
  • Hukum Perbandingan Volume
  • Hukum Avogadro

Mind Mapping Hukum Dasar Kimia


Hukum Kekekalan Massa

Hukum dasar kimia menurut Lavoisier ini menyatakan

Massa zat sebelum reaksi adalah sama dengan massa zat sesudah reaksi.

Tapi kok aneh ya. Kalau kita bakar kayu terus kayunya jadi abu. Bukankah massa abunya itu lebih ringan dari massa kayu sebelum dibakar?

Apakah di sini hukum kekekalan massa tidak berlaku di reaksi kimia pembakaran ini?

Ternyata tetap berlaku.

Hal ini karena hasil pembakaran dari kayu bukan hanya abu saja. Melainkan ada lagi gas-gas yang dihasilkan dari pembakaran tersebut.

Tahu kan kalau kita melakukan pembakaran terhadap suatu benda, berarti kita juga mereaksikan gas O2 ke benda tersebut. Jadinya persamaan kimianya itu gini.

$ Kayu + O_{2} \rightarrow Abu + gas$

Jadinya, massa kayu yang ditambah dengan massa O2 yang bereaksi itu sama dengan massa abu dan massa gas yang terbentuk.

Gas yang terbentuk bisa ada banyak ya. Contohnya seperti CO, CO2, dan gas lainnya.

Intinya, gak ada massa yang hilang atau nggak ada massa yang muncul tiba-tiba.


Hukum Perbandingan Tetap

Dikemukakan oleh Proust sehingga dikenal juga dengan hukum dasar kimia Proust.

Hukum ini menyatakan Perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa selalu tetap.

Contohnya seperti H2O. Perbandingan massa unsur Hidrogen dan massa unsur Oksigen akan selalu sama yaitu 1 : 8.

Darimana 1 : 8 nya? Mungkin kamu akan lebih ngerti kalau udah belajar konsep mol.

Tapi coba kita singgung sedikit. Rumus umum dari Hukum Dasar kimia Proust ini adalah

AmBn

$ \frac{massa_A}{massa_B} = \frac{m \times A_rA}{n \times A_rB}$

$A_r$ adalah massa molekul relatif. Nanti dipelajari di konsep mol.

$A_r$ dari H adalah 1 dan $A_r$ dari O adalah 16.

Sehingga

$\frac{massa_H}{massa_O} = \frac{2 \times 1}{1 \times 16}$

$=\frac{1}{8}$


Hukum Perbandingan Berganda

Dikemukakan oleh John Dalton sang penemu atom, hukum ini berbunyi

Jika ada dua buah unsur dapat membentuk lebih dari 1 senyawa dan jika massa salah satu unsur di senyawa-senyawa tersebut dibuat tetap, maka perbandingan massa unsur-unsur lain di senyawa-senyawa tersebut adalah sebuah bilangan bulat dan sederhana.

Biar lebih paham coba lihat tabel-tabel berikut.

Senyawa

Massa Nitrogen (gram)

Massa Oksigen (gram)

Perbandingan

N2O

28

16

14 : 8

NO

14

16

7 : 8


Di tabel tersebut, kita menggunakan unsur Nitrogen (N) dan unsur Oksigen (O), yang dimana kedua unsur tersebut dapat membentuk lebih dari 1 senyawa. Di tabel tersebut ada senyawa N2O dan senyawa NO.

Kemudian kita samakan massa salah satu unsur di senyawa tersebut. Kita samakan massa oksigen menjadi sama-sama 16 gram. Nanti kita akan mendapat massa Nitrogen di senyawa N2O adalah 28 gram dan massa Nitrogen di senyawa NO adalah 14 gram.

Jika kita bandingkan massa Nitrogen yang ada di senyawa N2O dengan massa Nitrogen yang ada di senyawa NO, maka kita akan mendapatkan perbandingan

28 : 14

Yang bisa disederhanakan menjadi

2 : 1

Bilangan bulat dan sederhanakan? Masih bingung, mari kita coba menyamakan massa Nitrogennya.

Senyawa

Massa Nitrogen (gram)

Massa Oksigen (gram)

Perbandingan

N2O

28

16

14 : 8

NO

14

16

7 : 8


Menjadi


Senyawa

Massa Nitrogen (gram)

Massa Oksigen (gram)

Perbandingan

N2O

28

16

14 : 8

NO

28

32

14 : 16


Setelah menyamakan massa nitrogennya. Kita mendapat massa oksigen di N2O adalah 16 gram dan massa oksigen di NO adalah 32 gram.

Kalau kita bandingkan, menjadi

16 : 32

Disederhanakan menjadi

1 : 2

Bilangan bulat lagi kan. Inilah yang dimaksud hukum kimia Dalton ini.


Hukum Perbandingan Volume

Gay Lussac adalah penemu hukum ini. Karena itu, sering juga hukum ini disebut dengan Hukum Gay Lussac.

Hukum ini menyatakan bahwa Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas yang bereaksi dengan hasil reaksi adalah bilangan bulat dan sederhana.

Contohnya seperti reaksi berikut

$Gas Nitrogen + Gas Hidrogen \rightarrow Gas Amonia$

Perbandingan Gas Nitrogen dan Gas Hidrogen dan Gas Amonia adalah bilangan bulat yang sederhana yaitu 1 : 3 : 2.

Yang berarti jika 100 L Gas Nitrogen direaksikan dengan 300L Gas Hidrogen maka akan terbentuk 200 L Gas Amonia.

Loh, bukannya volume Gas Amonia adalah 100 L + 300 L = 400 L ya?

Nggak. Karena volume itu nggak kekal. Berbeda dengan massa.


Hukum Avogadro

Sering juga disebut dengan hukum dasar kimia avogadro atau Hipotesis Avogadro. Hukum ini menyatakan bahwa

Pada suhu dan tekanan yang sama,semua gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.

Contohnya seperti reaksi kita yang sebelumnya yaitu

$Gas Nitrogen + Gas Hidrogen \rightarrow Gas Amonia$

Reaksi tersebut mempunyai perbandingan volume 1 : 3 : 2.

Menurut Hukum Avogadro, ternyata perbandingan volume itu bukan hanya untuk perbandingan volume juga. Melainkan juga perbandingan jumlah molekul.

Nah, perlu kamu tahu juga. Kalau perbandingan jumlah molekul itu juga sama dengan perbandingan koefisien reaksi.

Contohnya seperti reaksi berikut.

$Gas Hidrogen + Gas Klorin \rightarrow Hidrogen Klorida$

Reaksi tersebut mempunyai perbandingan Volume 1 : 1 : 2. Berarti Koefisien dari reaksi tersebut seperti ini.

$1 H_2 + 1 Cl_2 \rightarrow 2 HCl$

Ternyata koefisien pada reaksi tersebut membuat reaksi tersebut menjadi setara.

Coba kita buktikan. Di kiri ada 1x2 H dan 1x2 Cl. Di kanan juga ada 2x1 H dan 2x1 Cl. Jadi reaksi tersebut setara.

Konsep penyetaraan reaksi mungkin akan dipelajari di artikel-artikel lain.


Sekian artikel tentang hukum dasar kimia ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi referensi kalian dalam belajar. Terima kasih

Post a Comment for "Materi Hukum Dasar Kimia Lengkap dengan Contoh"

Berlangganan via Email