Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Klasifikasi Materi - Pengertian, Bagan, dan Contohnya

Oke kita sekarang akan membahas yang namanya materi kimia dan klasifikasi materi. Yang kita bahas bukan seperti daftar materi kelas X, XI, XII, tapi yang kita bahas itu sekarang adalah topik ‘materi’ dalam kimia.


Pengertian Materi

Apa itu materi? Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa.

Nah, karena materi menempati ruang berarti materi harus mempunyai volume. Jadi bisa juga dibilang kalau syarat materi adalah memiliki massa dan volume.


Klasifikasi Materi Kimia

Materi terbagi menjadi 2 menurut susunan partikelnya, yaitu zat tunggal dan campuran. Tapi tunggu dulu, apa itu zat?

Nggak usah pusing, zat itu sama dengan materi. Pengertian dari zat juga sama dengan pengertian materi, yaitu segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa.

Oke lanjut…


Bagan Klasifikasi Materi

Tadi udah dibahas kalau ada 2 jenis materi ada zat tunggal dan campuran. Zat tunggal dan campuran ini terbagi-bagi lagi. Biar gak pusing, ini bagan klasifikasi materi kimia

Oke, materi itu terbagi menjadi zat tunggal dan campuran. Apa bedanya?


Zat Tunggal

Zat tunggal adalah materi yang terdiri dari 1 jenis materi aja.

Zat tunggal ini terbagi lagi menjadi 2, yaitu unsur dan senyawa.


Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi. Unsur ini terbagi menjadi 3, yaitu unsur logam, unsur metaloid (atau semi logam), dan nonlogam.


Ciri-Ciri Unsur logam:

  • Dapat menghantarkan listrik
  • Penghantar panas yang baik (Konduktor)
  • Mudah ditempa
  • Berwujud padat pada suhu kamar kecuali raksa(Hg)
  • Mengkilap jika digosok
  • Titik leleh tinggi

Contoh unsur logam adalah Besi(Fe), Aluminium(Al), Natrium(Na), dan banyak lagi.


Ciri-Ciri Unsur NonLogam:

  • Pada suhu kamar ada yang berwujud padat, cair, dan gas
  • Tidak dapat menghantarkan listrik (kecuali grafit yang terbuat dari karbon)
  • Penghantar panas yang buruk (Isolator)
  • Tidak mengkilap jika digosok (kecuali intan yang terbuat dari karbon)
  • Tidak dapat menghantarkan listrik
  • Rapuh
  • Titik leleh rendah

Contoh unsur nonlogam adalah Belerang atau Sulfur(S), Oksigen(O), Nitrogen(N), dan lainnya.


Ciri-Ciri Unsur Metaloid(Semi Logam):

  • Memiliki sifat logam dan nonlogam
  • Lebih rapuh dari logam
  • Lebih kuat dari nonlogam
  • Umumnya bersifat semikonduktor
  • Beberapa berkilau seperti logam

Unsur metaloid ada 7, yaitu Boron(B), Silikon(Si), Germanium(Ge), Telurium(Te), Antimon(Sb), Arsen(As), dan Polonium(Po)


Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang masih bisa dibagi atau diuraikan lagi dengan reaksi kimia khusus.

Contohnya seperti senyawa H2O yang yang terdiri dari Hidrogen(H) dan Oksigen(O). Kita bisa memisahkan antara dari Hidrogen(H) dan Oksigen(O) dengan reaksi kimia, contohnya seperti elektrolisis.

Senyawa ini terbagi menjadi 2, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

Senyawa organik adalah senyawa yang mengandung unsur Karbon(C) dan Hidrogen(H). Senyawa ini adalah senyawa yang diproduksi oleh makhluk hidup.

Sedangkan senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak mengandung unsur Karbon(C) dan Hidrogen(H).


Campuran

Campuran adalah materi yang terdiri dari 2 zat berbeda.

Campuran terbagi menjadi 2, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.


Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran yang terdiri dari 2 zat atau lebih yang zat-zat penyusunnya tidak dapat dibedakan.

Yang termasuk ke dalam campuran homogen adalah larutan.

Contoh larutan seperti larutan gula dalam air.

Kalau kamu memasukkan gula ke dalam air kemudian mengaduknya, kamu tidak bisa lagi membedakan antara gula dengan air.


Campuran Heterogen

Campuran heterogen adalah campuran yang terdiri dari 2 zat atau lebih yang zat-zat penyusunnya dapat dibedakan.

Campuran heterogen ini terbagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu Koloid dan Suspensi.

Koloid adalah campuran heterogen yang terdiri dari 2 zat atau lebih yang ukuran zat-zatnya antara 1 – 1000 nm yang terdispersi (tersebar merata) di dalam suatu medium.

Jadi, kalau berbicara tentang koloid, yang menjadi fokusnya adalah zat yang terdispersi (tersebar) dan zat yang pendispersi (medium)

Jenis-jenis koloid adalah sebagai berikut:

Zat \ Medium

Padat

Cair

Gas

Padat

Sol Padat

Sol

Aerosol padat

Cair

Emulsi padat (Gel)

Emulsi

Aerosol

Gas

Busa padat

Busa

(Tidak ada)


Gas dalam gas tidak dapat membentuk koloid karena gas dengan gas akan selalu tercampur secara homogen dalam segala perbandingan.


Suspensi adalah campuran dari fluida dan zat padat yang tidak menyatu sehingga partikel penyusunnya masih dapat dibedakan secara kasat mata.

Contoh dari suspensi adalah campuran pasir dan air. Yang dimana kita masih bisa membedakan antara pasir dan air walaupun pasirnya udah dimasukkan ke dalam air.

Contoh lainnya adalah debu di udara. Yang dimana kita masih bisa membedakan antara debu dan udara walaupun debunya beterbangan di dalam udara (gas).


Perbedaan Zat Tunggal dan Campuran

Kalau kalian masih bingung, kita akan coba bahas lagi tentang perbedaan zat tunggal dan campuran.

Seperti yang ditulis di atas tadi, kalau zat tunggal itu adalah materi yang terdiri dari 1 jenis materi saja. Sedangkan kalau campuran itu adalah materi yang terdiri dari beberapa zat.

Tapi mengapa senyawa masuk ke dalam zat tunggal? Bukannya senyawa terdiri dari 2 jenis zat?

Senyawa memang terdiri dari 2 atau lebih zat. Tapi kamu harus ingat, kalau senyawa itu membentuk 1 zat baru.

Maksudnya, walaupun terdiri dari beberapa jenis zat, zat-zat tersebut akan membentuk zat baru dengan sifat yang baru pula.

Berbeda dengan campuran yang zat-zat penyusunnya tidak benar-benar menyatu dan tidak membentuk 1 zat baru.


Contohnya seperti Natrium(Na) yang mudah meledak jika bereaksi dengan air dan Klorin(Cl) yang sangat beracun, menyatu menjadi Garam Dapur(NaCl) yang tidak meledak jika bereaksi dengan air dan juga tidak beracun.

Nah, garam dapur ini disebut senyawa bukan campuran. Karena Natrium dan Klorin sudah menjadi suatu kesatuan yang membentuk zat baru yang namanya Garam Dapur (NaCl) yang mempunyai sifat baru juga.


Berbeda dengan campuran, yang tidak menghasilkan zat baru dan sifat baru. Contohnya seperti jika Garam Dapur yang rasanya asin dimasukkan ke dalam air kemudian diaduk.

Itu namanya larutan garam. Sifat garam yang rasanya asin masih ada di larutan garam. Dan sifat air yang dapat berubah bentuk sesuai wadahnya juga ada di larutan garam.

Karena tidak ada sifat baru sehingga kita bisa simpulkan kalau pencampuran tersebut tidak menghasilkan zat baru.

Terlihat bedanya kan?


Sekian artikel tentang klasifikasi materi ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat menjadi referensi kalian untuk belajar. Terima kasih

Post a Comment for "Klasifikasi Materi - Pengertian, Bagan, dan Contohnya"

Berlangganan via Email