Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa Tetapan Satuan Gas Kimia dan Fisika Berbeda?

Ketika Fisika, pada saat kamu belajar tentang Teori Kinetik Gas, mungkin kamu akan belajar hafal rumus PV = nRT. Sebenarnya bukan hanya di Fisika sih. Di Kimia pun kamu akan belajar rumus tersebut pada saat belajar Sifat Koligatif Larutan yaitu pada Sifat Tekanan Osmotik.

Walaupun yang dipelajari berbeda, ternyata ada yang berbeda pada saat kamu menggunakan rumus tersebut di 2 mata pelajaran yang berbeda, yaitu Fisika dan Kimia. Apa itu?

Kalau kamu sudah belajar topik ini, kamu pasti sudah tahu jawabannya. Hal yang berbeda adalah Tetapan Gas Ideal(R). Nilai dari R dalam fisika adalah 8.314 sedangkan dalam Kimia nilainya adalah 0.082

Tapi yang jadi fokus permasalahan sekarang adalah, Mengapa bisa berbeda? Bukannya Fisika dan Kimia itu sama-sama pelajaran pasti ya?

Ternyata hal ini disebabkan oleh satuan. Mengapa? kalau kamu mengamati dengan jelas, tetapan gas ideal di Fisika adalah 8.314 Joule/mol K. Kalau joulenya dipecah, satuannya menjadi 8.314 $m^3$ Pa/mol K sedangkan dalam Kimia, nilainya adalah 0.082 L atm/mol K.

Kamu dapat melihat kalau letak perbedaannya itu di penggunaan satuan tekanan. Kalau di Fisika, dipakai ATM karena inilah satuan Tekanan yang SI. Jadi? Bagaimana dengan Kimia?

Kimia tidak menggunakan satuan Tekanan yang SI karena biasanya reaksi kimia itu terjadi di tekanan 1 ATM atau $10^5$ Pa. Sehingga Kimia sering menggunakan tetapan gas ideal adalah 0.082.

Sekarang kamu tahu kan?

Post a Comment for "Kenapa Tetapan Satuan Gas Kimia dan Fisika Berbeda?"

Berlangganan via Email