Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bioteknologi - Pengertian, Jenis, Contoh Produk, Dampak

Pengertian Bioteknologi

Apa itu bioteknologi? Apa yang dimaksud bioteknologi?

Bioteknologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, jamur, fungi, virus, tumbuhan, hewan, dan lainnya ataupun produk dari makhluk hidup seperti enzim dan lainnya untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.


Jenis Jenis Bioteknologi

Macam macam bioteknologi itu ada 2, yaitu bioteknologi konvensional dan modern.

Mungkin kedua hal itu yang kalian pelajari di sekolah. Tapi sebenarnya ada lagi jenis bioteknologi yang lain.

Terlepas dari apakah bioteknologi itu konvensional atau modern, ada lagi 4 jenis bioteknologi.

Dilansir dari Wikipedia, bioteknologi dibagi menjadi 4 cabang ilmu. Macam-macam bioteknologi itu adalah sebagai :

  • Bioteknologi Merah
  • Bioteknologi Putih
  • Bioteknologi Hijau
  • Bioteknologi Biru

Mari kita bahas satu per satu.


Bioteknologi Konvensional dan Modern


Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi Konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan cara cara yang masih tergolong sederhana.

Biasanya kalau teknik yang dipakai dalam bioteknologi konvensional itu adalah fermentasi.

Ciri-ciri atau karakteristik dari bioteknologi konvensional adalah :

  • Teknik atau penerapan ilmu masih tradisional
  • Peralatan yang dipakai adalah peralatan yang masih sederhana
  • Biasanya menggunakan mikroorganisme dengan cara fermentasi

Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang menggunakan teknologi yang canggih. Jadi penerapannya tidak hanya sebatas fermentasi saja.

Ciri-ciri atau karakteristik dari bioteknologi modern adalah :

  • Menggunakan teknologi yang canggih
  • Harus mempunyai keahlian khusus

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Perbedaan dari bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern sebenarnya dapat kamu lihat dari pengertian dari ciri-ciri atau karakteristik dari masing-masing jenis bioteknologi.

Tapi kalau kamu masih bingung membedakan kedua jenis bioteknologi ini, berikut adalah perbedaan bioteknologi konvensional dan modern :

  • Bioteknologi konvensional tidak memerlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Sedangkan bioteknologi modern perlu suatu keahlian khusus untuk melakukannya.
  • Tidak semua orang bisa melakukan bioteknologi modern karena memerlukan keahlian dan peralatan khusus. Sedangkan bioteknologi konvensional sebagian besar orang dapat melakukannya karena bahan yang lebih mudah didapat dan tidak perlu keahlian khusus.
  • Bioteknologi modern masih menggunakan peralatan yang masih sederhana. Sedangkan bioteknologi modern sudah menggunakan peralatan yang canggih.
  • Biasanya bioteknologi konvensional dilakukan dengan fermentasi dan cara lain. Sedangkan bioteknologi modern dilakukan dengan rekayasa genetika, kultur jaringan, transgenik, hibridisasi, dll.

Bioteknologi Merah, Putih, Hijau, Biru

Dilansir dari wikipedia berikut adalah penjelasan dari bioteknologi merah, putih, hijau, dan biru.


Bioteknologi Merah

Apa yang terpikirkan olehmu ketika melihat warna merah?

Balon? Ya... benar sih tapi kita tidak membahas itu sekarang.

Mungkin warna merah akan mengingatkanmu tentang darah.

Yang kita tahu kalau darah itu dekat hubungannya dengan medis.

Jadi, bioteknologi merah itu adalah bioteknologi di bidang medis atau kedokteran.

Contohnya seperti pemanfaatan organisme untuk menghasilkan obat, menghasilkan vaksin, penggunaan sel punca untuk menggantikan jaringan yang rusak, mengganti gen yang abnormal menjadi normal, dan lainnya.


Bioteknologi Putih / Abu-Abu

Bioteknologi putih atau abu-abu adalah bioteknologi di bidang perindustrian.

Jadi bioteknologi yang digunakan untuk keperluan industri seperti menghasilkan suatu produk disebut dengan bioteknologi putih atau bioteknologi abu-abu.

Contohnya seperti menggunakan ragi untuk membuat roti, pembuatan bir, dan lainnya.

Tunggu. Bukannya penggunaan ragi itu termasuk ke jenis bioteknologi konvensional ya?

Oke, jadi gini. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau ada lagi jenis bioteknologi diluar dari apakah bioteknologi itu konvensional atau modern.

Jadi bisa saja bioteknologi tersebut termasuk bioteknologi konvensional atau modern dan termasuk juga bioteknologi merah atau hijau atau putih atau biru.


Bioteknologi Hijau

Bioteknologi hijau adalah bioteknologi yang digunakan di bidang pertanian atau peternakan.

Contohnya seperti menghasilkan tanaman tahan hama, menghasilkan pangan yang lebih tinggi gizi, menghasilkan buah tanpa biji, dan lainnya.


Bioteknologi Biru

Bioteknologi biru adalah bioteknologi yang digunakan di bidang akuatik. Bioteknologi biru juga sering disebut sebagai bioteknologi akuatik atau perairan.

Contohnya seperti menghasilkan salmon transgenik yang mempunyai pertumbuhan yang ‘berlebihan’ sehingga dapat bertumbuh cepat dalam waktu yang singkat


Contoh Produk Bioteknologi

Sebenarnya kita sudah menyinggung sedikit dari contoh bioteknologi. Tapi sekarang kita akan membahas contoh bioteknologi lebih banyak lagi.

Bisa aja contoh dari bioteknologi konvensional atau modern ini, masuk juga ke contoh bioteknologi merah atau biru atau hijau atau putih.

Jadi kita akan membaginya menjadi contoh bioteknologi konvensional dan modern saja.


Contoh Produk Bioteknologi Konvensional

Melalui bioteknologi konvensional, kita bisa mendapatkan berbagai barang atau jasa. Berikut adalah contoh bioteknologi konvensional


Contoh Produk Bioteknologi Makanan dan Minuman

Tempe Berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan jamur Rhizopus oligosporus sebagai agen biologinya.
Tauco berbahan baku kedelai dengan memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus oryzae.
Kecap berbahan baku kedelai yang memanfaatkan enzim Protease dan agen biologi Aspergillus soyae.
Oncom berbahan baku bungkil kacang dengan menggunakan enzim Protease dan agen biologi Monilia sitophila.
Yoghurt berbahan baku susu dengan memanfaatkan enzim Laktase dan agen biologi bakteri Streptococcus thermophilus atau bakteri Streptococcus vulgaris.
Keju berbahan baku susu dengan enzim Lipase dan agen biologi Lactobacillus.
Mentega berbahan baku susu enzim Lipase dan juga bakteri Lactobacillus lactis atau bakteri Streptococcus lactis.
Tapai ketan berbahan baku beras ketan dan memanfaatkan agen biologi Saccharomyces cerevisiae.
Asian berbahan baku kubis dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Lactobacillus plantarum.
Sirup dengan bahan baku gula dengan bantuan enzim Amilase dan bakteri Bacillus subtilis.
Nata de coco berbahan baku air kelapa dengan memanfaatkan enzim Selulase dan bakteri Acetobacter xylinum.
Es krim berbahan baku susu dengan bantuan enzim Laktase dan bakteri Saccharomyces fragilis.

Contoh Produk Bioteknologi Modern

Bibit tanaman yg seragam Diperoleh dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Cara ini dapat menghasilkan bibit tanaman yang sifatnya sama dengan induknya dengan jumlah besar
Antibodi monoklonal Disebut juga dengan teknik hibridoma. Antibodi tidak dapat membelah. Untuk menggandakan antibodi dilakukan dengan menyisipkan antibodi ke sel yang dapat membelah seperti sel kanker sehingga bisa didapatkan antibodi.
Bayi tabung Hasil fertilisasi secara in vitro . Ovum dan sperma dipertemukan dalam sebuah “ wadah” sehingga terjadi pembuahan.
Hormon insulin Diperoleh dengan cara+B30 rekayasa genetik. Dengan cara menyisipkan gen insulin ke plasmid bakteri sehingga bakteri dapat menghasilkan hormon insulin
Domba dolly Hasil kloning yaitu transfer inti sel autosom ( diploid ) ke dalam ovum ( haploid ) yang telah diambil inti telurnya.
Tanaman kebal hama Dengan menyisipkan gen penghasil senyawa endotoksin dari Bacillus thuringiensis
Tanaman yang mampu memfiksasi nitrogen Dengan menyisipkan gen pengontrol fiksasi nitrogen dari bacteri Rhizobium sp melalui perantara plasmid
Hewan transgenik Hewan hasil rekayasa genetika dapat memiliki sifat unggul. Contohnya seperti dapat menghasilkan air susu yang mengandung faktor anti hemofili
Hormon BST ( Bovine Somatotrophin ) Hormon pertumbuhan untuk hewan yang didapat dari hasil rekayasa genetik
Vaksin malaria Hasil dari rekayasa genetika dengan pemanfaatan DNA virus cacar air yang tidak aktif
Interferon Sejenis protein dari hasil teknik DNA rekombinan yang digunakan untuk menghambat virus berreplikasi
Hormon pertumbuhan manusia Yang bisa didapatkan dari teknik DNA rekombinan
Terapi genetik Perbaikan kelainan genetik dengan rekayasa genetik
Pelestarian species langka Pelestarian hewan atau tumbuhan yang sudah hampir punah dengan menggunakan teknik rekayasa genetika.

Peranan Bioteknologi

Bioteknologi berperan kepada manusia dalam berbagai bidang. Seperti yang dijelaskan di atas, kalau bioteknologi itu bisa berperan untuk menghasilkan berbagai produk atau jasa yang dapat membantu kehidupan manusia.

Untuk contoh produk bioteknologi sudah kita bahas tadi. Kalau kamu belum baca, silahkan scroll dulu ke atas.


Penerapan Bioteknologi

Bioteknologi sudah diterapkan di berbagai bidang.

Kita dapat melihat penerapan bioteknologi dari produk yang dihasilkan dari berbagai produk atau jasa yang dihasilkan.

Untuk contoh produk bioteknologi sudah kita bahas tadi. Kalau kamu belum baca, silahkan scroll dulu ke atas.


Dampak Bioteknologi

Dampak positif dan negatif bioteknologi sebenarnya bisa kamu lihat di kehidupan sehari-hari.

Contohnya adanya buah tanpa biji.

Di satu sisi kita memang senang kalau kita makan buah tanpa ada bijinya. Jadi kita tidak perlu untuk memisahkan buah dan bijinya lagi. Tinggal makan.

Namun di lain sisi, buah tersebut tidak dapat dikembangbiakkan lagi. Jadinya kita harus beli dan beli. Alhasil, kita menjadi budak dari produsen.

Selain itu, ada juga dampak positif dan negatif bioteknologi yang lain. Berikut adalah dampak positif dan negatif dari bioteknologi.


Dampak Positif Bioteknologi

Berikut adalah dampak positif bioteknologi, yaitu :

  • Dapat meningkatkan produksi bahan pangan
  • Dapat membuat tanaman yang tahan hama.
  • Dapat membantu mengatasi pencemaran seperti penggunaan bakteri pengurai minyak
  • Dapat menghasilkan jenis pangan baru seperti roti, bir, dan lainnya

Dampak Negatif Bioteknologi

Sedangkan untuk dampak negatif bioteknologi yaitu :

  • Dapat mengurangi keanekaragaman hayati
  • Dapat merusak lingkungan
  • Merusak ekosistem. Seperti penggunaan tanaman tahan hama
  • Dianggap menurunkan martabat manusia. Seperti menyisipkan gen manusia ke hewan atau sebaliknya

Cukup sekian artikel tentang bioteknologi, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih

Post a Comment for "Bioteknologi - Pengertian, Jenis, Contoh Produk, Dampak"

Berlangganan via Email